Jika Ingin Mencapai Level Top, Kapten Manchester United Harry Maguire Wajib Raih Trofi! – Nemanja Vidic
Eks bek tengah Manchester United Nemanja Vidic berkata bahwa Harry Maguire wajib memenangkan trofi jika ingin dianggap sebagai pemain bertahan top.
Maguire bergabung ke United dari Leicester pada 2019 dan menjadi pilar pertahanan Setan Merah.
Pria 28 tahun itu mengapteni United meraih peringkat kedua di Liga Primer dan final Liga Europa musim lalu, namun Vidic berkata ia harus bisa lebih baik lagi.
“Harry Maguire terlihat pede dan nyaman, apalagi bersama negaranya ketimbang Manchester United,” tulis Vidic di The Athletic.
“Ia seorang bek yang masih berkembang, tapi jika ingin dianggap di level tertinggi, ia harus memenangkan trofi. Saat saya melihat Maguire, saya melihat seorang bek yang bagus di segala aspek, 8/10 di semua aspek.”
“Ia tidak sebagus saat menggunakan kakinya atau secepat Rio Ferdinand, misalnya, dan ia tidak menekel dan menyundul seperti saya, tapi ia berkualitas di semua aspek permainan. Ia cukup cepat, cukup kuat, bisa melompat dan memainkan bola, pemosisiannya juga bagus.”
Vidic mengomentari Luke Shaw yang menjadi salah satu pemain terbaik Inggris di Euro 2020: “Shaw datang ke United saat saya hengkang. Ia menderita gara-gara cedera tapi salah satu pemain terbaik United musim lalu.”
“Kami selalu tahu Shaw berbahaya saat menyerang tapi ia juga berkembang banyak di aspek pertahanan, khususnya pemosisiannya saat timnya memainkan skema tiga bek.”
Maguire & Shaw bisa meraih trofi besar pertamanya bersama Inggris musim panas ini karena Tiga Singa akan menghadapi Denmark besok Kamis (8/7) dini hari WIB pada semi-final Euro 2020.
Vidic merasa trofi lain akan mengikuti jika Inggris bisa melangkah dan mengalahkan Italia di final di Wembley.
“Inggris kini telah mencapai semi-final di dua turnamen besar terakhir. Saya mulai terbiasa melihat Inggris di panggung ini, nyaman di level tertinggi. Mereka tidak selalu seperti ini,” ujarnya.
“Di Manchester United, dulu saya suka bercanda dengan rekan setim Inggris saya bahwa mereka selalu diharap-harapkan tetapi selalu mengecewakan, meski memiliki pemain-pemain yang hebat.”
“Kami bercanda sebelum turnamen tapi tidak setelahnya, saat Inggris lagi-lagi terdepak. Itu bukan saatnya tertawa. Dan saya tidak bisa berkata terlalu banyak karena saya tidak kembali dengan medali pemenang Piala Dunia atau Piala Eropa setelah bermain dengan Serbia.”
“Memenangkan trofi adalah apa yang dilakukan pemain-pemain terbaik dan trofi bisa mengembangkan pemain. Di United, kami tidak meraih trofi selama beberapa tahun sebelum 2006. Para pemain sangat gugup hingga kami memenangkan Piala Liga.”
“Mereka bilang: ‘Kami harus menang’. Begitu kami main, rasa kepercayaan diri dan energi berubah. Kami rileks, kami tahu bagaimana caranya menang. Kami tidak berhenti menang: Piala Liga 2006, Liga Primer 2007, 2008, dan 2009, Liga Champions dan Piala Dunia Klub pada 2008. Para pemain itu kini bisa tampil di pertandingan terbesar karena telah terbiasa.”
“Kami bertumbuh dengan berbagai cara tersebut dan Inggris bisa melakukan hal yang sama.”